Penyebab Cacingan Karena Kebersihan Kurang

Cacing Kremi atau Enterobius vermicularis merupakan cacing parasit yang paling umum terutama menyerang anak-anak. Cacing ini tumbuh dan berkembang biak di dalam usus.  Ukuran panjangnya skitar 3 cm, berwarna putih, dan mengambil makan dari isi usus. Ketika cacing kremi betina dewasa bertelur, cacing ini beremigrasi dari usus ke daerah anus.

Pengobatan Cacing Kremi

 

Gejala yang dialami penderita adalah:

  • Rasa gatal yang hebat di sekitar anus
  • Rewel karena rasa gatal dan tidur pada malam hari terganggu
  • Kurang tidur
  • Nafsu makan berkurang, berat badan menurun
  • Rasa gatal atau iritasi vagina pada anak perempuan, jika cacing dewasa masuk ke dalam vagina
  • Kulit di sekitar anus menjadi lecet, kasar atau terjadi infeksi akibat penggarukan

Langkah-langkah yang dilakukan untuk mencegah cacing kremi adalah:

  • Mencuci tangan sebelum makan dan setelah buang air besar
  • Memotong kuku dan menjaga kebersihan kuku
  • Mencuci alas kasur minimal  dua kali seminggu
  • Mencuci WC setiap hari
  • Menghindari penggarukan daerah anus karena bisa mencemari jari-jari tangan dan setiap benda yang dipegang atau disentuhnya
  • Menjauhkan tangan dan jari tangan dari hidung dan mulut

Pengobatan Cacing Kremi Secara Tradisional

Obat tradisional cacing kremi berikut ini bisa Anda coba bila menginginkan pengobatan yang efektif. Penderita cacing kremi seringkali merasakan gatal yang hebat pada bagian dubur. Ada kalanya cacing tersebut keluar dari dubur. Cacing kremi yang dikenal dengan istilah biadi ini memiliki panjang 8 mm dengan bentuk seperti benang dan berwarna putih. Berikut dua cara pengobatan cacing kremi secara tradisional :

  • Wortel 3 batang, santan kelapa kental 3 sendok makan dan garam. Wortel yang sudah dicuci bersih diparut dan diperas, air perasannya dicampur dengan santan dan garam. Ramuan ini diminum sekaligus.
  • Ramuan yang lain adalah akar pohon pepaya 1 jari tangan, bawang putih 1 bongkul, dan air 400 cc. Cara membuatnya yaitu bawang putih dikeprek, lalu direbus bersama akar pepaya. Tunggu 3 menit setelah mendidih, kemudian matikan pemanas. Dinginkan ramuan ini dan kemudian disaring. Ramuan ini diminum 2 kali sehari